Yamal Tak Masuk Golden Boy, Ini Penjelasannya

BOLA88KU — Daftar nominasi Golden Boy 2025 resmi diumumkan pada Rabu (15/10) dan langsung menjadi perbincangan hangat di dunia sepak bola. Namun, sorotan justru bukan pada siapa yang masuk daftar, melainkan siapa yang tidak ada — Lamine Yamal.

Pemain muda berbakat milik Barcelona itu tak tercantum dalam daftar 25 nama, padahal statusnya sebagai salah satu pesepak bola muda terbaik dunia saat ini hampir tak diragukan lagi.

Yamal baru merayakan ulang tahunnya yang ke-18 musim panas lalu, tetapi sudah finis di posisi kedua Ballon d’Or 2025, hanya kalah dari bintang senior. Banyak pengamat menilai, performanya musim ini sudah cukup untuk meraih penghargaan Golden Boy — andai saja ia masih memenuhi syarat nominasi.

Aturan Ketat di Balik Penghargaan Golden Boy

Golden Boy adalah penghargaan tahunan yang digagas oleh media Italia Tuttosport dan dipilih oleh jurnalis dari berbagai media top Eropa. Ajang ini diberikan kepada pemain muda berusia di bawah 21 tahun yang bermain di kompetisi kasta tertinggi di Eropa.

Namun, tak banyak yang tahu bahwa setiap pemain hanya bisa memenangkan Golden Boy satu kali seumur hidupnya.

Lamine Yamal, yang sukses meraih penghargaan tersebut pada 2024, otomatis tidak bisa kembali masuk dalam daftar kandidat tahun ini.

Aturan ini diterapkan agar penghargaan tidak dimonopoli oleh satu pemain, serta memberi kesempatan kepada talenta muda lainnya untuk mendapatkan sorotan. Meski menimbulkan perdebatan di kalangan fans, banyak pihak menilai sistem ini tetap adil dan menjaga semangat regenerasi di dunia sepak bola.

Yamal Kini Fokus di Kopa Trophy

Kendati tak bisa lagi bersaing di Golden Boy, Lamine Yamal masih punya ajang lain untuk menunjukkan dominasinya. Ia baru saja menorehkan sejarah dengan memenangkan Kopa Trophy — penghargaan versi muda dari Ballon d’Or — dua tahun berturut-turut, yaitu pada 2024 dan 2025.

Berbeda dengan Golden Boy, Kopa Trophy tidak membatasi jumlah kemenangan pemain, sehingga Yamal berpeluang besar menambah koleksi gelarnya dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan usianya yang masih muda dan masa puncak karier di depan mata, pemain sayap Barcelona itu bahkan bisa mengoleksi hingga lima Kopa Trophy sebelum melewati usia 21 tahun. Jika itu terjadi, Yamal akan menjadi pemain muda paling dominan dalam sejarah sepak bola modern.

Daftar 25 Nominasi Golden Boy 2025

Berikut daftar lengkap 25 pemain yang masuk nominasi Golden Boy 2025:

  • Jobe Bellingham (Borussia Dortmund)
  • Rodrigo Mora (Porto)
  • Giovanni Leoni (Liverpool)
  • Francesco Pio Esposito (Inter Milan)
  • Aleksandar Stankovic (Club Brugge)
  • Pau Cubarsi (Barcelona)
  • Desire Doue (PSG)
  • Dean Huijsen (Real Madrid)
  • Kenan Yildiz (Juventus)
  • Myles Lewis-Skelly (Arsenal)
  • Warren Zaire-Emery (PSG)
  • Arda Guler (Real Madrid)
  • Franco Mastantuono (Real Madrid)
  • Ethan Nwaneri (Arsenal)
  • Jorrel Hato (Chelsea)
  • Geovany Quenda (Sporting)
  • Estevao (Chelsea)
  • Leny Yoro (Manchester United)
  • Senny Mayulu (PSG)
  • Nico O’Reilly (Manchester City)
  • Eliesse Ben Seghir (Bayer Leverkusen)
  • Victor Froholdt (Porto)
  • Lucas Bergvall (Tottenham Hotspur)
  • Archie Gray (Tottenham Hotspur)
  • Mamadou Sarr (Strasbourg)

Fakta Menarik tentang Golden Boy

  • Penghargaan Golden Boy pertama kali diberikan pada tahun 2003, dengan Rafael van der Vaart sebagai pemenang perdana.
  • Beberapa nama besar yang pernah memenangkannya antara lain Lionel Messi (2005), Kylian Mbappé (2017), dan Erling Haaland (2020).
  • Pemain yang masuk nominasi dinilai berdasarkan kontribusi nyata bagi klub dan negaranya sepanjang tahun kalender.
  • Jurnalis dari lebih dari 10 media besar Eropa seperti L’Équipe, Marca, The Times, dan Bild turut berpartisipasi dalam proses pemilihan.

Meski tak lagi bersaing di ajang Golden Boy, absennya Lamine Yamal justru menunjukkan betapa cepatnya ia menanjak ke level tertinggi. Di usia 18 tahun, ia bukan lagi sekadar prospek masa depan — tetapi sudah menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di dunia sepak bola.

Banyak penggemar meyakini, jika performanya terus meningkat, Yamal bukan hanya akan menjadi legenda Barcelona, tetapi juga ikon sepak bola generasi berikutnya.