Tak Mau Disebut Messi Baru, Ini Kata Lamine Yamal


BOLA88KU — 
Perjalanan Lamine Yamal sejak melakukan debut di Barcelona pada usia 15 tahun terus mencuri perhatian dunia sepak bola. Dalam waktu kurang dari tiga tahun, ia berubah dari talenta muda menjadi pemain kunci yang semakin matang dan konsisten tampil di level tertinggi. Popularitasnya pun melesat seiring performanya yang stabil.

Dalam wawancara bersama CBS melalui program 60 Minutes, Yamal membagikan pandangan pribadi tentang kemampuan dribelnya dan bagaimana ia menghadapi tekanan yang datang seiring statusnya sebagai salah satu prospek terbesar dunia.

Gaya Dribel Yamal: Menyulitkan Bek dan Pengaruh Psikologis di Lapangan

Yamal secara terbuka menjelaskan bagaimana dribelnya bisa membuat bek lawan berada dalam posisi sulit. Ia menggambarkan situasi itu dengan ringan, tetapi tetap menunjukkan betapa besar dampak permainan satu lawan satunya.

Menurutnya, berulang kali dilewati oleh pemain yang lebih unggul bisa menciptakan tekanan tersendiri bagi seorang bek—bukan hanya secara teknik, tetapi juga secara mental dan sosial di mata publik.

“Kalau saya jadi full-back, saya pasti tidak nyaman menghadapi pemain yang terus-menerus melewati saya. Saya mungkin akan bilang, ‘tolong agak pelan sedikit,’ sebelum orang-orang membuat meme tentang saya,” ujarnya sambil bercanda.

Ucapan tersebut menunjukkan bahwa meski masih sangat muda, Yamal memahami bagaimana permainan ofensif dapat memengaruhi kepercayaan diri pemain bertahan.

Isu Perbandingan dengan Messi


Sepanjang kariernya, Yamal hampir tidak pernah lepas dari perbandingan dengan Lionel Messi. Ia menyadari bahwa kontribusi Messi bagi Barcelona membuat banyak orang menilai setiap talenta muda dengan standar yang sama.

Meskipun demikian, Yamal memilih menanggapinya dengan tenang. Ia menegaskan bahwa rasa hormatnya terhadap Messi tidak mengurangi keinginan untuk berkembang dengan identitasnya sendiri.

“Saya sangat menghargai apa yang sudah ia lakukan dan apa arti Messi bagi sepak bola. Kalau suatu hari kami bertemu di lapangan, kami pasti saling menghormati. Dia tetap yang terbaik dalam sejarah,” katanya.

Pernyataan itu menggambarkan kedewasaan Yamal dalam menghadapi ekspektasi dan narasi besar yang melekat pada dirinya.

Yamal Tegaskan Identitasnya: “Saya Bukan Messi dan Tidak Ingin Menjadi Dia”

Meski perbandingan itu terus muncul, Yamal menegaskan bahwa ia ingin berjalan di jalurnya sendiri. Ia tidak ingin kariernya selalu dikaitkan dengan nama besar lain, bahkan dengan sosok sebesar Messi.

“Saya dan Messi sama-sama tahu bahwa saya tidak ingin menjadi dirinya, dan dia pun tahu hal itu. Saya ingin membangun karier dengan karakter saya sendiri,” tegas Yamal.

Sikap ini menunjukkan komitmennya untuk menciptakan warisan pribadi tanpa tekanan harus menyamai legenda klub.