Jamie Vardy Resmi Gabung Cremonese, Ungkap Alasan Mengejutkan di Balik Keputusannya

BOLA88KU — Jamie Vardy akhirnya membuka lembaran baru dalam kariernya dengan meninggalkan Inggris dan memilih berpetualang di Serie A Italia.
Striker veteran berusia 38 tahun itu resmi diperkenalkan sebagai pemain anyar Cremonese, tim promosi yang baru kembali ke kasta tertinggi.
Dalam konferensi pers perdananya, Vardy membagikan cerita menarik mengenai alasan di balik keputusannya. Ternyata, ada kombinasi antara faktor teknis, emosional, hingga saran dari orang dekat yang membuatnya yakin hijrah ke Cremonese.
Vardy mengaku bahwa titik balik utamanya adalah pembicaraan mendalam dengan pelatih Cremonese, Davide Nicola. Keduanya terhubung lewat panggilan video sekitar satu jam, yang justru menjadi momen paling penting bagi keputusan sang striker.
“Dalam pertemuan virtual itu, saya bisa merasakan betul gairahnya. Dia menjelaskan visi, semangat, dan keinginannya membawa Cremonese bertahan di Serie A. Dari cara dia berbicara, saya tahu bahwa saya benar-benar diinginkan,” kata Vardy melalui kanal resmi klub.
Bagi pemain yang pernah melewati jalan panjang dari non-liga hingga juara Premier League, perasaan dihargai menjadi motivasi besar.
Aroma Kisah Leicester City
Vardy juga melihat paralel antara perjalanan Cremonese dan kisah dongeng Leicester City. Menurutnya, misi klub Italia itu tak jauh berbeda dengan Leicester saat pertama kali mencoba bertahan di Premier League sebelum akhirnya membuat sejarah besar.
“Target utama bukan mengejar hal muluk, tapi memastikan kami bisa bertahan di liga. Itu persis seperti pengalaman saya di Leicester. Semua dimulai dari situ, lalu berkembang ke hal-hal yang lebih besar,” jelasnya.
Optimisme ini menjadi sinyal bahwa Vardy siap membawa mentalitas juara yang pernah ia miliki di Inggris ke Serie A.
Siap Jadi Kuda Hitam

Perjalanan hidup Vardy dikenal penuh keraguan dari publik. Dari bekerja di pabrik hingga menjadi top skor Premier League, ia berkali-kali membuktikan bahwa prediksi orang bisa dipatahkan.
Hal yang sama ia lihat di Cremonese, tim yang dianggap underdog oleh banyak pengamat di Italia. Justru status sebagai kuda hitam inilah yang membuatnya semakin bersemangat.
“Sepanjang karier saya selalu diragukan. Itu sudah biasa dan menjadi bahan bakar saya. Sekarang waktunya menunjukkan bahwa Cremonese juga bisa memberi kejutan di Serie A,” tegasnya.
Selain Nicola, ada satu sosok lain yang ikut berperan dalam keputusan Vardy: Enzo Maresca, pelatih Chelsea saat ini yang pernah bekerja sama dengannya di Leicester City.
Maresca memberikan masukan positif, bukan hanya soal tim, tetapi juga tentang kehidupan di kota Cremona. Dukungan itu membuat Vardy semakin yakin, apalagi ia juga mempertimbangkan kenyamanan keluarganya.
“Saya sempat berdiskusi panjang dengannya. Dia terus memuji klub dan kota Cremona. Saat dia mengatakan bahwa ini adalah pilihan yang tepat, saya langsung berbicara dengan keluarga, dan sejak itu hanya ada satu tujuan – Cremonese,” ungkap Vardy.
Awal dari Petualangan Baru
Dengan kepindahannya ini, Jamie Vardy bukan hanya membawa segudang pengalaman, tetapi juga semangat tak kenal menyerah.
Cremonese tentu berharap striker yang pernah menaklukkan Premier League ini bisa menularkan mentalitas juaranya di Serie A.
Kini, publik Italia menanti apakah kisah dongeng Leicester bisa berulang di tanah kelahiran sepak bola catenaccio.
