4 Kali Kegagalan Beruntun Arsenal di Semifinal

BOLA88KU — Dalam leg kedua semifinal Liga Champions, Arsenal kembali harus menelan pil pahit setelah dikalahkan PSG, malam ini.
Kekalahan dengan skor 1-2 di Parc des Princes memastikan tim besutan Mikel Arteta gagal membalikkan agregat 1-0 dari leg pertama di Emirates.
Gol Fabian Ruiz serta Achraf Hakimi jadi pukulan telak untuk The Gunners, sementara gol Bukayo Saka di akhir laga hanya menjadi hiburan semata. Hasil buruk ini semakin memperpanjang catatan Arsenal di babak semifinal kompetisi besar.
Kegagalan ini merupakan kali keempat berturut-turut Arsenal di semifinal, sebuah rekor terburuk dalam sejarah klub. Kekalahan ini juga mempertegas tren negatif di bawah Arteta, di mana belum bisa membawa timnya meraih trofi dalam lima musim terakhir.
Rekor Semifinal yang Buruk

Kalah ya Arsenal dari PSG ini menandai empat kali gagal di semifinal secara beruntun. Semua laga tersebut merupakan pertandingan dua leg, dan performa The Gunners dalam delapan pertandingan ini amat mengkhawatirkan.
Arsenal sendiri dari delapan laga hanya bisa bermain imbang tanpa gol melawan Villarreal (Liga Europa 2021) dan Liverpool (EFL Cup 2022).
Untuk enam pertandingan sisanya berakhir dengan kekalahan, dengan hanya dua gol yang berhasil diberikan.
Kegagalan terbaru terjadi ketika Newcastle United mengalahkan Arsenal di semifinal EFL Cup musim ini dengan dua kemenangan 2-0. Kekalahan beruntun ini menegaskan ketidakmampuan tim untuk tampil maksimal di momen krusial.
Tantangan Arteta dan Nasib Arsenal
Kekalahan di Paris ini pun menambah daftar panjang musim tanpa trofi bagi Arteta. Kini, Arsenal menuju musim kelima berturut-turut tanpa gelar, yang juga diprediksi finis sebagai runner-up Liga Premier untuk ketiga kalinya.
Beberapa cedera pemain kunci membuat Arteta terpaksa mengubah pendekatan tim, termasuk mengandalkan permainan lebih langsung. Walaupun menuai kritik, strategi ini sempat membuat peluang menjanjikan dalam laga kontra PSG.
Saat ini, tekanan yang besar harus di terima Arteta. Apabila tren negatif ini berlanjut, manajemen Arsenal kemungkinan harus mempertimbangkan langkah besar untuk mengembalikan kejayaan klub.
