Ujaran Rasialisme pada Hwang Hee-chan, Pemain Como Dihukum FIFA

BOLA88KU — Pemain Como, Marco Curto, pemain Como dijatuhi skorsing 10 pertandingan oleh FIFA usai melakukan hinaan rasis pada penyerang Wolves, Hwang Hee-chan.
Rasialisme tersebut muncul di babak kedua pertandingan pramusim antara Como vs Wolves di Marbella, Spanyol, Juli 2024 silam.
Ujaran Curto yang ditujukan pada Hwang Hee-chan, membuat kemarahan sejumlah personel Wolves.
Salah satu pemain Wolverhampton Wanderers, Daniel Podence, bahkan mendapat kartu merah usai melakukan pemukulan, ketika membela Hwang Hee-chan.
Komplain sempat diajukan Wolves terkait masalah ini pada Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dan UEFA.
Namun, UEFA mengaku tidak mempunyai wewenang untuk mengambil tindakan sebab pertandingan ekshibisi tersebut tak berada dalam naungan mereka.
Federasi Sepak Bola Korea (KFA) merasa ikut bertanggung jawab pda pemainnya, Hwang Hee-chan. Di mana mereka turun tangan dan melaporkan insiden ini pada FIFA.
FIFA pun kemudian menindaklanjuti laporan dari KFA dan memberikan hukuman skorsing 10 pertandingan pada Curto yang saat ini dipinjamkan Como ke klub Serie B, Cesena.
Dari hukuman 10 pertandingan tersebut, lima di antaranya ditangguhkan dengan masa percobaan dua tahun.
“Marco Curto dinyatakan bertanggung jawab atas perilaku diskriminatif dan dijatuhi skorsing 10 pertandingan,” kata juru bicara FIFA dikutip dari Sky Sports.
“Setengah dari jumlah skorsing pertandingan tersebut ditangguhkan dengan masa percobaan selama dua tahun dan pemain bersangkutan juga diwajibkan untuk melakukan layanan masyarakat serta mengikuti pelatihan dan pendidikan melalui organisasi yang disetujui oleh FIFA.”

Skorsing pada Curto tetap akan berlaku meski dirinya sedang tak membela Como.
Diketahui, pemain berusia 25 tahun itu dipinjamkan selama semusim penuh ke Cesena, hanya beberapa pekan usai insiden dengan Hwang Hee-chan.
“Skorsing yang dijatuhkan kepada pemain tersebut mengirimkan pesan yang jelas bahwa rasisme dan perilaku diskriminatif tidak akan ditoleransi dalam sepak bola atau masyarakat,” ucap Matt Wild, Director of Football Operations and Administration Wolves.
“Hasil ini menyoroti komitmen FIFA untuk memastikan bahwa tindakan serius memiliki konsekuensi yang berarti.”
“Wolves akan selalu berdiri tegas melawan rasisme dan diskriminasi dalam bentuk apa pun, dan kami tetap berkomitmen penuh untuk menciptakan lingkungan di mana setiap orang merasa dihormati dan dilibatkan,” imbuhnya lagi.
Sebelumnya, Como bersikeras bahwa insiden yang melibatkan Curto dengan Hwang Hee-chan ini “dibesar-besarkan”.
Juru bicara Como, Mirwan Suwarso, menuturkan pernyataan resmi tak lama usai pertandingan uji coba melawan Wolves.
Ia menyebut, Curto berkata kepada rekan setimnya di lini belakang untuk “mengabaikan (Hwang), dia pikir dia Jackie Chan”.
“Setelah berbicara panjang lebar dengan pemain kami, kami yakin hal ini mengacu pada nama pemain, dan referensi ‘Channy’ yang terus menerus dibuat oleh rekan setimnya di lapangan,” ungkap Mirwan Suwarso dalam sebuah pernyataan resmi klub waktu itu.
“Sejauh yang diketahui oleh klub kami, pemain kami tidak mengatakan sesuatu yang merendahkan.”
“Kami kecewa karena reaksi beberapa pemain Wolves membuat insiden ini dibesar-besarkan.”
