Cedera Mengerikan yang Mewarnai Karir Eduardo da Silva


BOLA88KU —
Seperti yang kita tahu, cedera parah bisa jadi mimpi buruk bagi pesepakbola. Salah satunya Eduardo da Silva yang merasakan hal tersebut dalam kariernya.

Eks striker Arsenal ini diketahui mengalami patah kaki yang mengerikan pada 2008 lalu. Insiden tersebut membuatnya merasa seperti mobil rusak sepanjang kariernya.

Sebenarnya, Eduardo sempat kembali bermain setelah pulih, akan tetapi cedera tersebut terus membayangi performanya.

Setelah 15 tahun berlalu, saat ini dia mulai lebih terbuka membicarakan insiden tersebut.

Cedera Horor di Premier League

Sebagai informasi, pada 2008, Eduardo mengalami patah tulang dikarenakan tekel brutal Martin Taylor. Saat itu, kakinya patah dan pergelangan kakinya mengalami dislokasi parah.

Manajer Arsenal kala itu, Arsène Wenger, sangat marah dengan insiden cedera tersebut. Bahkan dia menyebut Taylor tidak pantas bermain sepak bola lagi.

“Martin Taylor seharusnya tidak pernah bermain sepak bola lagi,” ucap Wenger.

Dia juga mengecam hukuman larangan bermain tiga pertandingan sebagai lelucon.

Karier Usai Cedera

Eduardo berusaha bangkit usai pulih dari cedera. Akan tetapi, ia kesulitan mendapatkan tempat utama di Arsenal.

Sampai pada akhirnya, ia pindah ke Shakhtar Donetsk. Di sana, ia berhasil meraih lima gelar liga dan lima piala domestik.

“Syukurlah, saya masih bisa bermain selama satu dekade setelah cedera itu. Namun, setelah kejadian itu, semuanya menjadi alasan. Jika saya salah umpan, orang-orang langsung menghubungkannya dengan cedera saya,” ujar Eduardo.

Pada level internasional, ia tetap tajam. Dalam 62 laga, Eduardo berhasil mencetak 29 gol untuk timnas Kroasia.

Pandangan Eduardo Terhadap Insiden Itu

Eduardo mengungkapkan, cedera itu selalu dikaitkan dengan kariernya. Apabila ia bermain buruk, orang langsung menghubungkannya dengan insiden cedera tersebut.

Akan tetapi, ia merasa bermain lebih baik usai cedera. Namun sayang, banyak orang hanya melihat sisi negatifnya.

“Saya pikir saya bermain lebih baik setelah cedera. Tapi, beberapa orang hanya melihat sisi negatifnya,” ungkapnya.

Walau demikian, ia tidak menyimpan dendam terhadap Taylor. Sebab baginya, insiden seperti itu bisa terjadi pada siapa saja.

“Saya tidak punya dendam atau hal buruk untuk dikatakan tentang Taylor. Cedera bisa terjadi pada siapa saja,” tutupnya.