Real Madrid Optimistis Soal Franco Mastantuono


BOLA88KU — 
Real Madrid akhirnya menerima perkembangan yang lebih jelas terkait kondisi Franco Mastantuono. Winger muda Argentina itu mulai menunjukkan tanda-tanda kemajuan setelah sempat menepi beberapa pekan.

Mastantuono harus absen dalam dua minggu terakhir karena mengalami sports hernia, cedera pangkal paha yang terkenal sulit ditangani. Cedera ini juga pernah dialami Lamine Yamal dan Nico Williams, dan proses pemulihannya terbukti tidak mudah.

Ketidakhadiran pemain 18 tahun ini langsung terasa dalam skema Xabi Alonso. Real Madrid kehilangan salah satu opsi menyerang terbaik di sisi kanan sejak ia harus menepi.

Situasi Cedera yang Sempat Tak Jelas

Sebelumnya, status cedera Mastantuono membuat banyak pihak kebingungan. Ia tidak tampil dalam dua pertandingan penting melawan Liverpool dan Rayo Vallecano, sementara pihak klub tidak memberi informasi detail mengenai perkiraan comeback.

Media Spanyol yang biasanya menerima bocoran kondisi pemain pun tidak mendapat kabar apa pun. Namun laporan terbaru dari The Athletic memberi kejelasan mengenai perkembangan pemulihannya.

Informasi dari The Athletic menyebutkan bahwa Real Madrid mulai menyusun target internal untuk comeback Mastantuono. Meski awalnya diprediksi butuh pemulihan lebih dari satu bulan, kini ada kemungkinan proses tersebut akan lebih cepat.

Proyeksi paling optimis, Mastantuono bisa kembali tampil sebelum libur Natal. Real Madrid dijadwalkan menjamu Sevilla pada laga akhir tahun, dan pertandingan itu disebut-sebut sebagai momen comeback yang paling realistis.

Dampak Absennya Mastantuono di Tim Xabi Alonso

Tanpa Mastantuono, Xabi Alonso menghadapi tantangan besar dalam menata sisi kanan serangan. Padahal, sang pemain termasuk salah satu talenta yang bersinar pada awal musim.

Beberapa percobaan Alonso masih belum membuahkan hasil. Eduardo Camavinga sempat dipaksakan bermain di kanan saat menghadapi Liverpool dan Rayo Vallecano, namun eksperimen itu gagal total. Jude Bellingham dan Arda Guler juga dicoba, tetapi kontribusinya tidak sesuai harapan.

Guler sendiri dianggap bukan pemain natural untuk posisi sayap kanan. Permainan bertahannya kurang optimal, sehingga Alonso lebih nyaman menempatkannya di lini tengah, bukan di area sayap.