Girona Comeback, Barcelona Kembali Terpuruk


BOLA88KU 
— Kekalahan kembali menghampiri Barcelona setelah takluk 1-2 dari Girona pada pekan ke-24 La Liga musim 2025-2026 di Stadion Montilivi. Hasil ini tidak hanya membuat mereka kehilangan poin penting, tetapi juga memperlihatkan persoalan lama: organisasi pertahanan yang belum stabil.

Barcelona sebenarnya sempat berada di atas angin. Bek muda Pau Cubarsí membawa tim tamu unggul pada menit ke-59. Namun keunggulan itu hanya bertahan tiga menit sebelum Thomas Lemar menyamakan kedudukan. Petaka datang di menit ke-86 lewat gol Fran Beltrán yang memastikan kemenangan tuan rumah.

Akibatnya, Blaugrana kini turun ke posisi kedua klasemen dengan 58 poin dan tertinggal dua angka dari Real Madrid yang sebelumnya menang telak 4-1 atas Real Sociedad.

Transisi Bertahan Jadi Titik Lemah

Pelatih Hansi Flick menolak menyoroti kontroversi keputusan wasit. Ia justru menilai timnya sendiri tampil di bawah standar.

Menurutnya, masalah utama terjadi saat transisi dari menyerang ke bertahan. Barcelona terlalu terbuka dan lini tengah gagal menutup ruang.

Girona mampu membaca celah tersebut dengan baik. Mereka berulang kali menyerang lewat skema counter attack cepat yang langsung mengarah ke jantung pertahanan. Celah antara lini tengah dan lini belakang Barcelona terlihat lebar, membuat pemain Girona mudah masuk ke area berbahaya.

Padahal di babak pertama, Barcelona sempat mendominasi peluang. Namun kegagalan memaksimalkan kesempatan membuat mereka kehilangan momentum setelah unggul.

Situasi ini menunjukkan masalah bukan hanya kesalahan individu, melainkan koordinasi tim yang belum kompak. Pemain sering terlambat melakukan pressing dan lawan bisa menembus kotak penalti tanpa tekanan berarti.

Tekanan Klasemen Mulai Terasa

Flick mengakui kondisi mental dan taktik timnya belum ideal. Para pemain terlihat ragu dalam menempati posisi di lapangan dan kurang percaya diri saat kehilangan bola.

Ia memutuskan memberi dua hari libur kepada skuad agar kembali segar sebelum laga berikutnya.

Kekalahan ini menjadi yang kedua secara beruntun setelah sebelumnya Barcelona dibantai Atletico Madrid 0-4 di leg pertama semifinal Copa del Rey. Situasi tersebut membuat tekanan semakin besar jelang pertandingan melawan Levante.

Hasil di Montilivi menjadi peringatan keras. Barcelona masih mampu menguasai bola, tetapi dominasi penguasaan tidak berarti tanpa struktur pertahanan yang rapi.

Girona membuktikan efektivitas dan organisasi permainan bisa mengalahkan tim besar yang terlalu terbuka. Jika masalah transisi dan koordinasi lini belakang tidak segera dibenahi, peluang Barcelona merebut gelar La Liga musim ini bisa semakin menipis.