Qatar Gagal Lolos, Fokus Bidik Piala Asia 2027


BOLA88KU —
Nasib baik tidak terjadi pada perjalanan Timnas Qatar di Piala Dunia 2026. Wakil Asia tersebut harus mengakhiri langkahnya lebih cepat usai kalah 1-3 dari Bosnia dan Herzegovina pada laga terakhir Grup B yang berlangsung di Stadion Seattle, Kamis (25/6) dini hari WIB.

Hasil tersebut memastikan Qatar finis di posisi terbawah klasemen grup dan gagal melaju ke babak berikutnya. Kekalahan dari Bosnia menjadi penutup perjalanan yang mengecewakan bagi tim berjuluk The Maroons di turnamen sepak bola paling bergengsi dunia tersebut.

Bagi Qatar, kegagalan ini terasa semakin pahit karena mereka datang ke Piala Dunia 2026 dengan status sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Asia.

Dalam beberapa tahun terakhir, Qatar sukses menorehkan prestasi membanggakan setelah menjuarai Piala Asia 2019 di Uni Emirat Arab dan kembali mempertahankan gelar pada edisi 2024 yang digelar di kandang sendiri.

Akan tetapi, dominasi di level Asia ternyata belum mampu diterjemahkan menjadi performa kompetitif di panggung dunia. Sejak pertama kali tampil sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 hingga edisi 2026, Qatar masih kesulitan bersaing dengan tim-tim dari benua lain.

Qatar Gagal Menunjukkan Status Juara Asia

Selama fase grup Piala Dunia 2026, Qatar hanya mampu mengumpulkan satu poin. Hasil tersebut didapat saat bermain imbang melawan Swiss. Sayangnya, satu angka itu menjadi satu-satunya raihan mereka sepanjang turnamen.

Qatar membuka turnamen dengan hasil yang sangat buruk setelah dihajar Kanada enam gol tanpa balas. Kekalahan telak tersebut langsung membuat posisi mereka terjepit di klasemen.

Pada pertandingan terakhir, Qatar sebenarnya berusaha bangkit saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina. Namun upaya tersebut belum cukup untuk menghindarkan mereka dari kekalahan 1-3.

Secara keseluruhan, Qatar hanya bisa mencetak dua gol dan harus menerima kenyataan kebobolan hingga 10 gol dari tiga pertandingan. Catatan tersebut menjadikan mereka salah satu tim dengan pertahanan terburuk di fase grup Piala Dunia 2026.

Kegagalan ini menunjukkan masih adanya jarak yang cukup lebar antara dominasi Qatar di Asia dengan kemampuan bersaing di level dunia.

Walaupun memiliki fasilitas sepak bola modern dan program pengembangan yang terus berjalan, mereka masih membutuhkan peningkatan kualitas untuk menghadapi kompetisi internasional yang lebih ketat.

Fokus Persiapan Menuju Piala Asia 2027

Pelatih Qatar, Julen Lopetegui, mengakui timnya harus belajar banyak dari pengalaman di Piala Dunia 2026. Menurutnya, salah satu pekerjaan rumah terbesar adalah mempersiapkan regenerasi pemain agar tim memiliki fondasi yang lebih kuat di masa depan.

Lopetegui menyoroti usia rata-rata skuad Qatar yang mencapai 28,9 tahun, menjadikan mereka salah satu tim tertua di turnamen tersebut. Kondisi itu membuat proses regenerasi menjadi kebutuhan mendesak jika ingin tetap kompetitif dalam beberapa tahun ke depan.

Ia berharap para pemain muda dapat mengambil pelajaran berharga dari pengalaman tampil di ajang sebesar Piala Dunia. Menurutnya, pengalaman menghadapi tim-tim terbaik dunia akan menjadi bekal penting untuk perkembangan sepak bola Qatar ke depan.

Meski gagal di Piala Dunia, Qatar tidak memiliki banyak waktu untuk larut dalam kekecewaan. Mereka sudah ditunggu agenda besar berikutnya, yakni Piala Asia 2027 yang akan berlangsung pada Januari mendatang.

Sebagai juara bertahan, Qatar tergabung di Grup D bersama Jepang, Thailand, dan Indonesia. Persaingan di grup tersebut diprediksi berlangsung ketat mengingat Jepang merupakan salah satu tim terkuat Asia, sementara Indonesia dan Thailand terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Kini Qatar dituntut segera melakukan evaluasi menyeluruh agar mampu bangkit dan kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu kekuatan sepak bola Asia pada turnamen mendatang.